MWCNU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
SINERGI, SATUKAN LANGKAH DAKWAH DAN KETAKMIRAN MASJID
Sidoarjo, 2 Agustus 2026 — Setelah resmi dilantik, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Candi langsung bergerak membangun sinergi. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pimpinan Harian (PH) dan Bidang serta Sosialisasi Program Kerja LDNU dan LTMNU MWCNU Candi berdasarkan hasil Musyawarah Kerja (Musker).
Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 2 Agustus 2026, bertempat di Aula Masjid Al-Ikhlas, Desa Bligo, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Kegiatan diselenggarakan oleh PH LDNU dan LTMNU MWCNU Candi dengan melibatkan pimpinan harian kedua lembaga, takmir masjid, serta penasehat dan pembina.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan sekaligus menyinkronkan program kerja LDNU dan LTMNU. Kedua lembaga tersebut memiliki peran yang saling berkaitan, terutama dalam penguatan dakwah dan pengelolaan kemasjidan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Rapat koordinasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut setelah pelantikan LDNU dan LTMNU MWCNU Candi. Pasca pelantikan, kedua lembaga segera membangun komunikasi dan silaturahmi agar dapat menjalankan amanah organisasi secara bersama-sama.
Hubungan antara LDNU dan LTMNU dianalogikan sebagai “suami istri”, yang memiliki peran berbeda tetapi harus berjalan beriringan. LDNU memiliki fokus pada penguatan dakwah, sementara LTMNU berperan dalam penguatan ketakmiran dan pengelolaan masjid. Sinergi keduanya diharapkan mampu melahirkan program yang saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam rapat tersebut, pengurus membahas dan menyosialisasikan berbagai program kerja hasil Musker. Pembahasan diarahkan pada penentuan waktu pelaksanaan program kerja, baik program jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Dengan adanya pembagian waktu dan koordinasi yang jelas, masing-masing bidang diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga program yang telah direncanakan tidak berhenti pada dokumen, tetapi dapat diwujudkan secara nyata.
Ketua LDNU MWCNU Candi, Nanang, memberikan apresiasi terhadap semangat para pengurus yang masih muda namun telah bersedia meluangkan waktu untuk berkhidmat di Nahdlatul Ulama.
“Sangat bangga dan sangat baik, masih muda-muda sudah terjun menyempatkan diri untuk berjuang di NU, khususnya bidang dakwah dan ketakmiran,” ungkap Nanang.
Sementara itu, Sekretaris MWCNU Candi, Aynudin, menegaskan bahwa koordinasi antara LDNU dan LTMNU merupakan langkah penting untuk menyamakan arah dan tujuan program.
“Kegiatan rapat koordinasi lembaga dakwah dan lembaga ketakmiran untuk menyamakan langkah dan arah sasaran serta tujuan program yang telah dicanangkan. Untuk ketercapaiannya dibutuhkan komitmen bersama dan disiplin dalam kesabaran berkhidmat,” ujar Aynudin.
Hal senada disampaikan Ketua LTMNU Candi, Saiful. Menurutnya, koordinasi kedua lembaga sangat penting mengingat program LDNU dan LTMNU memiliki dampak langsung terhadap kebermanfaatan masjid, khususnya masjid-masjid di lingkungan Nahdliyin.
“Koordinasi LDNU dan LTMNU sangat penting, mengingat peran dan tugas yang berdampak pada nilai manfaat pada masjid se-Kecamatan Candi, khususnya masjid Nahdliyin,” tutur Saiful.
Melalui rapat koordinasi tersebut, LDNU dan LTMNU MWCNU Candi berkomitmen membangun pola kerja yang terkoordinasi, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penguatan komunikasi antara pimpinan harian, bidang, takmir, serta pembina menjadi salah satu kunci agar seluruh program dapat berjalan sesuai dengan hasil Musker.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa kepengurusan baru LDNU dan LTMNU MWCNU Candi mulai bergerak untuk menerjemahkan hasil Musker ke dalam aksi nyata. Dengan semangat kebersamaan dan kesabaran dalam berkhidmat, kedua lembaga diharapkan mampu memperkuat dakwah serta meningkatkan kemanfaatan masjid bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas di Kecamatan Candi.


