MWCNU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
MENSYUKURI LIMA NIKMAT YANG ALLAH TUNDUKKAN BUAT MANUSIA

MENSYUKURI LIMA NIKMAT YANG ALLAH TUNDUKKAN BUAT MANUSIA
Oleh: Dr. H. AW Evendi Anwar, M.Ag
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ.
قال الله تعالى في كتابه الكريم:أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
[QS. Ibrahim: 32-33]
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Marilah pada kesempatan ini kita senantiasa berusaha mewasiyatkan diri kita masing-masing untuk berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dalam artian senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya apa pun bentuknya dan di mana pun kita berada, semoga dengan keimanan dan ketaqwaan itu Allah SWT senantiasa berkenan membentangkan jaminan keselamatan kepada kita semua, orang tua kita dan keluarga kita untuk selamat dan diselamatkan Allah baik lahir maupun batin, baik di dunia maupun di akhirat. Topik khutbah pada jumat hari ini Adalah ”Mensyukuri Lima Nikmat Yang Telah Allah Tundukkan Buat Manusia.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Dalam tafsir Al-Qurthubi, ayat 32-33 Surah Ibrahim disebut sebagai "Ayat Tauhid Rububiyah". Allah mengajak kita melihat bukti kekuasaan-Nya yang nyata di depan mata, agar hati kita tunduk dan lisan kita bersyukur. Imam Al-Qurthubi menjelaskan ada 5 nikmat besar yang Allah "tundukkan" / سَخَّرَ untuk kita:
Pertama, Nikmat hujan dan tumbuh-tumbuhan
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ
Al-Qurthubi: "أَيْ مِنَ السَّحَابِ" Allah turunkan air dari awan. "فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ" lalu dengan air itu Allah tumbuhkan buah-buahan sebagai rezeki. Coba bayangkan. Dari langit yang jauh, turun hujan. Menyiram tanah. Tumbuh padi, jagung, sayur, buah. Semua itu siapa yang atur? Allah. Ini bentuk رِزْقًا لَكُمْ rezeki langsung untuk kita. Maka pantas kalau setiap mau makan kita baca: Bismillah, Alhamdulillah.
Kedua, Nikmat Kapal Laut dan Sungat.
وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ
Allah tundukkan kapal agar bisa berlayar di laut dengan perintah-Nya. وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ . Allah tundukkan sungai-sungai.Al-Qurthubi menjelaskan:
"يَعْنِي الْبِحَارَ الْعَذْبَةَ لِتَشْرَبُوا مِنْهَا وَتَسْقُوا وَتَزْرَعُوا، وَالْبِحَارَ الْمَالِحَةَ لِاخْتِلَافِ الْمَنَافِعِ"
Ada sungai air tawar untuk minum, mandi, mengairi sawah. Ada laut air asin untuk transportasi, ikan, dan garam. Sebagai bangsa maritim, ini nikmat besar. Pelabuhan, nelayan, petani semua hidup dari sini. Maka jangan kita rusak laut dan sungai dengan sampah dan limbah.
Ketiga, Nikmat Matahari dan Bulan yang Terus Berjalan.
وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ
Al-Qurthubi: "أَيْ فِي إِصْلَاحِ مَا يُصْلِحَانِهِ مِنَ النَّبَاتِ وَغَيْرِهِ" Matahari dan bulan ditundukkan untuk memperbaiki tanaman dan lainnya. "وَالدُّءُوبُ مُرُورُ الشَّيْءِ فِي الْعَمَلِ عَلَى عَادَةٍ جَارِيَةٍ" Daaibain artinya terus menerus, tidak pernah berhenti. "وَقِيلَ: دَائِبَيْنِ فِي السَّيْرِ امْتِثَالًا لِأَمْرِ اللَّهِ" Riwayat dari Ibnu Abbas: Keduanya berjalan taat kepada perintah Allah sampai hari kiamat tanpa lelah. Matahari terbit tepat waktu. Bulan berganti fase. Kalau telat 1 detik saja, kacau ekosistem kita.
Keempat, Nikmat Siang dan Malam yang Bergantian
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Al-Qurthubi: "أَيْ لِتَسْكُنُوا فِي اللَّيْلِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ فِي النَّهَارِ"
Malam untuk istirahat, tidur, menenangkan jiwa. Siang untuk mencari rezeki, bekerja, beraktivitas.MasyaAllah... semua sudah Allah atur dengan sangat pas. Tidak terlalu panjang malamnya, tidak terlalu pendek siangnya.
Itu semua adalah Bukti Tauhid اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّماواتِ وَالْأَرْضَ
Al-Qurthubimenafsirkan: "أَيْ أَبْدَعَهَا وَاخْتَرَعَهَا عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ سَبَقَ" Allah yang menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Kalau semua ini milik Allah dan untuk kita, lalu kenapa kita masih pelit bersyukur? Kenapa masih maksiat kepada Sang Pemberi nikmat?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Setelah Allah sebutkan 5 nikmat besar itu, apa kewajiban kita sebagai hamba Allah? Ada tiga (3) Cara Mensyukuri Nikmat Menurut Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah:
- Syukur dengan Hati: Mengakui Semua dari Allah. Jangan seperti Qarun yang bilang "ini karena ilmuku". Tapi katakan: "Hadzihi min fadli Rabbi" Ini semua karunia Tuhanku.
- Syukur dengan Lisan: Banyak Dzikir dan Hamdalah. Nabi ﷺ mengajarkan doa setelah hujan: "مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ" Setelah makan: "Alhamdulillahilladzi ath'amana". Biasakan.
- Syukur dengan Anggota Badan: Menjaga dan Memanfaatkan Air jangan dibuang percuma. Laut jangan dicemari. Waktu siang dipakai kerja halal. Malam dipakai ibadah dan istirahat. Ini yang disebut "sumber daya harus dijaga untuk kemaslahatan umat" sesuai prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah dan dilanjutkan sahabat-sahabatnya.
Ma’asyiral Muslimin wa Zumratal Mu’minin Rahimakumullah
Islam mengajarkan kita tafakkur. Merenungi ciptaan Allah. Lihat sawah, ingat air hujan. Lihat kapal, ingat kekuasaan Allah. Lihat matahari terbit, ingat janji Allah.Jangan sampai kita termasuk orang yang menikmati fasilitas Allah, tapi lupa kepada Allah. Imam Syafi'i berkata: "Bersyukur itu dengan cara tidak bermaksiat dengan nikmat tersebut." Maka mulai hari ini, setiap lihat nikmat, ucapkan: "Allahumma inni as-aluka min khoiriha"
Dan wujud sebagai tanda Syukur kita adalah mempergunakan seluruh sumber daya alam semesta yang telah Allah anugerahkan dengan sebaik-baiknya, serta memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan tetap menjaga keberlanjutan siklus alam semesta yang telah Allah anugerahkan.
Akhirnya, marilah kita berdo’a kepada Allah SWT dengan do’a: “Ya Allah, indahkan lah hidup kami dengan kesehatan dan keselamatan, nyatakan lah kami dengan taqwa dan istiqomah, lindungi lah kami dari hal-hal yang memaksa kami menyesal, serta tolong lah, bimbing lah kami untuk dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, sedang engkau meridloi kami”
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الْشَيْطَانِ الرَّجِيْمْ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أََيْنَمَا ثُقِفُوْا اِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَ حَبْلٍ منَ النَّاسِ. بَارَكَ اللهُ لِى وَ لَكُمْ فَى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الايَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الّسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَ قُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا واسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


