MWCNU CANDI
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
Sosialisasi GISNU MWCNU Candi Perkuat Kelembagaan LAZISNU Ranting, Dirangkai dengan Santunan Anak Yatim
CANDI, SIDOARJO — Penguatan kelembagaan dan peningkatan kepedulian sosial menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi GISNU MWCNU Candi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi dan pengembangan kapasitas pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut menegaskan pentingnya membangun LAZISNU yang berdaya dari tingkat ranting hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), sekaligus memperluas manfaat gerakan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penguatan LAZISNU Dimulai dari Tingkat Ranting
Ketua LAZISNU MWCNU Candi, Mursalin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan harus dimulai dari tingkat ranting. Menurutnya, ranting merupakan ujung tombak gerakan sosial yang memiliki peran penting dalam menghimpun potensi kebaikan dan menyalurkannya kepada masyarakat.
“Penguatan kelembagaan LAZISNU dimulai dari LAZISNU ranting. Jika LAZISNU ranting berdaya, maka secara otomatis LAZISNU MWCNU Candi akan ikut berdaya juga. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama dalam khidmat sosial, membangun keberdayaan mulai dari tingkat ranting sampai tingkat MWC,” ungkap Mursalin.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat sinergi, meningkatkan partisipasi, serta mengembangkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terarah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
MWCNU Candi Dorong Ranting Lebih Aktif Bergerak
Sambutan MWCNU Candi yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kiai Achmad Aynudin, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada sejumlah LAZISNU ranting yang telah aktif menjalankan kegiatan dan program sosial.
Ia menyebut LAZISNU Ranting Tenggulunan, Sugihwaras, Karangtanjung, dan sejumlah ranting lainnya sebagai contoh ranting yang telah menunjukkan pergerakan. Kiprah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ranting-ranting lain untuk segera menyusul dan mengembangkan program kelembagaan secara berkelanjutan.
“Banyak LAZISNU ranting yang sudah bergerak, seperti Tenggulunan, Sugihwaras, Karangtanjung, dan lainnya. Untuk yang segera menyusul, semangat untuk bergerak seperti LAZISNU ranting yang lainnya,” pesannya.
Menurutnya, kemajuan LAZISNU membutuhkan komitmen bersama, baik dari pengurus MWCNU maupun pengurus ranting. Koordinasi dan komunikasi yang berkesinambungan diharapkan mampu memperkuat penghimpunan serta pendistribusian zakat, infak, dan sedekah secara lebih optimal.
Sosialisasi GISNU Perkuat Kapasitas Pengurus
Pemaparan materi Sosialisasi GISNU disampaikan oleh Dodi Dliya’uddin, S.H., S.Pd.I., Ketua LAZISNU PCNU. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman pengurus mengenai pengembangan kelembagaan dan optimalisasi peran LAZISNU dalam menjalankan program sosial kemasyarakatan.
Melalui sosialisasi tersebut, para pengurus diharapkan semakin memahami pentingnya tata kelola organisasi yang baik, koordinasi antartingkatan, serta pelaksanaan program yang terarah dan berkelanjutan.
Penguatan kelembagaan tidak hanya berorientasi pada administrasi organisasi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, keaktifan ranting dalam menjalankan program sosial menjadi bagian penting dari upaya membangun LAZISNU yang amanah, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
Santunan Anak Yatim, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Sosialisasi GISNU MWCNU Candi juga diisi dengan kegiatan santunan anak yatim. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa gerakan LAZISNU tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga pada kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Santunan anak yatim mencerminkan semangat berbagi dan gotong royong yang menjadi bagian penting dari khidmat Nahdlatul Ulama kepada umat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kepedulian bersama untuk terus mendukung anak-anak yatim agar memperoleh perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Kegiatan sosial seperti ini juga menjadi gambaran bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat berperan dalam memperkuat solidaritas sosial serta menghadirkan manfaat yang lebih luas apabila dikelola dengan baik dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Bersama Membangun LAZISNU yang Berdaya dan Berdampak
Sosialisasi GISNU MWCNU Candi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para pengurus dalam mengembangkan kelembagaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Sinergi antara MWCNU, LAZISNU, dan seluruh pengurus ranting diharapkan mampu membangun gerakan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Dengan menjadikan ranting sebagai ujung tombak pelayanan sosial, LAZISNU diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah serta menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penguatan kelembagaan, semangat kebersamaan, dan kegiatan nyata seperti santunan anak yatim, LAZISNU MWCNU Candi terus mendorong terwujudnya gerakan sosial yang amanah, profesional, dan berdampak.
Dari ranting yang berdaya, tumbuh kepedulian dan gerakan sosial yang kuat untuk kemaslahatan umat.


